Impian Untuk Indonesiaku

Indonesia adalah bangsa yang besar, memiliki keberagaman suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat.  Beragam suku bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan latar belakang kehidupan yang berbeda juga budaya budaya yang berbeda sebagai warisan dari generasi sebelumnya. Selain itu, penyebaran agama-agama di Indonesia membuat terjadinya akulturasi dan asimilasi. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan keseharian seperti kebiasaan, tradisi, adat istiadat, mata pencaharian, serta kesenian yang sesuai dengan ciri khas suku bangsa.

Orang bilang tanah kita tanah syurga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tentunya lirik lagu yang dilantunkan Koes Ploes tak asing didengar. Lagu yang menggambarkan kayannya potensi sumber daya yang ada di Indonesia, negara yang memiliki segudang kekayaan alam tersendiri yang tidak dimiliki negara lain di dunia ini. Indonesia memiliki banyak peluang untuk menghadapi masa depan yang cerah dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

Orang bijak berkata “masa depan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka, makagantungkanlah mimpimu setinggi langit”. Setiap manuia pasti memiliki mimpi ataupun impian masa depan, yaitu memimpikan mada depan bangsaku yang subur dan makmur ini menjadi bangsa yang maju dan tentram. Namun mimpi tanpa tindakan sama seperti faksi = 0, yang artinya percuma bermimpi tanpa berani mewujudkannya.

Masa depan haruslah mimpi yang indah, namun kenyataannya impian itu berubah menjadi duri semak belukar yang menjerat Indonesia. Indonesia memang telah merdeka, tapi tidak untuk anak-anak jalanan, tidak untuk warga miskin, tidak untuk buruh, tidak untuk mereka yang masih jauh dari kata sejahtera. Indaonesia perlu berbenah, wajah Indonesia memang sedang tergores persoalann kemiskinan.

Menurut saya, bangsa Indonesia sudah mengalami kemajuan dari jaman dulu, tetapi masih jauh dari kata baik bahkan sampai sekarang negara Indonesia ini masih dalam kategori negara berkembang bukan negara maju. Padahal, Indonesia berada pada lima besar negara yang mempunyai penduduk terbanyak. Bagaimana tidak orang sebanyak itu tidak bisa menghasilkan sumber daya yang membuat negeri ini maju. Hal ini kembali lagi pada diri kita masing-masing, perubahan negeri ini ada pada diri kita jika kita ingin Indonesia bangkit dari keterpurukan. Kita harus mulai membenahi dan membetulkan apa saja yang salah pada negeri kita.

Oleh karena itu, Indonesia memerlukan generasi muda yang profesional, tangguh, cerdas, kritis, dan kreatif. Hal pertama sebagai generasi muda yaitu bersifat nasionalisme dan patriotisme. Jika kita sudah memiliki sikap tersebut, maka kita bisa mewujudkan mimpi dan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Generasi yang tangguh tidaklah harus hadir dari pejabat-pejabat yang memiliki banyak uang dan tidak pula harus lahir dari para penguasa-penguasa yang rakus. Tetapi generasi yang tangguh adalah generasi yang kuat dalam menghadapi getirnya kehidupan. Karena pada dasarnya pemuda adalah sumber semangat, mimpi dan harapan, juga penerus dan pewaris bangsa dan negara. Generasi muda harus memiliki karakter kuat untuk membangun bangsa dan negara, memiliki kepribadian tinggi, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global.

“Berilah aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”. Itulah perkataan founding father presiden pertama di Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan negara. Baik beruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya.

Melihat sejarah pemuda Indonesia jaman dahulu dari kepedulian mereka terhadap kondisi negara dalam masa penjajahan sangatlah tinggi demi kemajuan negara. Sampai akhirnya bangsa Indonesia merdeka dan bersih dari jajahan bangsa lain. Seharusnya kita sebagai generasi muda meneruskan kembali perjuangan pemuda.

Namun, karena jaman sudah berbeda sangat disayangkan, pelaku pemuda masa kini tampaknya tidak mencerminkan sumpah pemuda. Para pemuda kini telah terlena oleh kemerdekaan dan kemajuan teknologi. Akibatnya para pemuda lebih banyak terlena oleh perilaku hedonisme, acuh terhadap bangsa, bahkan cendrung tak lagi menghargai Indonesia sebagai bangsanya dengan secara tidak sadar lebih mencintai dan meniru gaya hidup kebarat-baratan. Selain itu, terlibat di dunia malam, mabuk-mabukan, bahkan kasus narkoba.

Oleh karena itu, para generasi muda sekarang harus dapat menyikapi perkembangan yang terjadi di dunia, selalu mengambil sisi positif dan meninggalkam sisi negatifnya. Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun negara Indonesia yang mandiri, besatu dan damai walaupun berbeda agama, suku, dan budaya dapat berpikir rasional, demokratis, dan kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di negara kita. Dengan cara cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa Indonesia serta menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan persaudaraan antar agama, ras, atau suku bagi semua bangsa Indonesia agar tidak terjadi perpecahan ataupun perselisihan antar bangsa Indonesia.

Kecintaan bangsa kepada negara harus semakin erat dan semakin tinggi rasa bangga yang tertanam pada jiwa-jiwa bangsa Indonesia terhadap negara sendiri. Dan sekarang saatnya pemuda harus memiliki jiwa bangga dan cinta menjadi warga Indonesia yang dapat dieksplore ke negara-negara lain. Bukan hanya demo yang berujung anarkis atau hal-hal yang merusak citra negara Indonesia, namun dibuktikan dengan hal-hal yang positif dan nyata bahwa negara Indonesia adalah negara yang cinta bangsa, damai, terpelajar, dan negara maju.

Dilihat dari segi positifnya, peran pemuda terhadap kemajuan bangsa sudah membaik, misalnya dengan memenangkan kompetisi antar negara. Dengan pemuda menjadi pemenang atau hanya berpartisipasi itu sudah menjadi peranan dalam kemauan bangsa.

Selain dari faktor generasi jika ingin menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik yaitu harus memperbaiki masyarakat dan pemerintahnya. Dari segi agama kita harus memiliki sifat seperti masyarakat madani yaitu menjadi masyarakat yang beradab, menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Masyarakat yang bisa hidup rukun dan damai meskipun banyak perbedaan diantara mereka salah satunya adalah perbedaan agama. Tetapi masyarakat itu mempunyai toleransi dan tolong menolong yang sangat besar sehingga dapat mewujudkan bangsa yang jauh lebih baik. Itulah perubahan yang harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat pada jaman dahulu yaitu pada jaman Rasulullah SAW yang hidup dengan damai meskipun banyak perbedaan diantara mereka tentu akan susah jika kita membahas lingkup masyarakat. Untuk itu usaha awal bagaimana kita menjadi warga negara yang baik. Misalnya, membayar pajak, tidak korupsi, melaksanakan pemilu, tidak merusak fasilitas pemerintah dan masih banyak lagi.

Adapun dalam kepemimpinan, pemimpin harus memiliki sikap yang adil, bertanggung jawab, tidak korupsi, memiliki moral, budi pekerti, etika, dan akhlak yang baik serta memiliki kemampuan mengajak rakyatnya menjadi lebih baik. Dalam pemerintahan, karena pada dasarnya peraturan dan undang-undang di negara republik Indonesia ini sudah sangat baik, hanya tinggal orang yang melaksanakannya saja yang harus dirubah lagi.

Pemerintah harusnya banyak-banyak belajar dari sistem pemerintahan negara maju dan jangan pula kata-kata belajar dari negara lain disalahgunakan oleh oknum-oknum pemerintah yang tidak bertanggung jawab. Kunjungan kerja ke luar negeri dijadikan kesempatan untuk wisata gratis yang dibiayai negara dan hasil belajarnya sementara nihil.

Pemerintah indonesia juga harus pandai menggunakan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri yang harusnya bisa dimanfaatkan dengan cara merubah kurikulum, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terampil dan handal. Indonesia mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat banyak akan tetapi kita bisa lihat yang mengolah itu adalah orang-orang asing.

Maka dari itu, kita sebagai warga Indonesia harus memiliki ilmu pengetahuan, pendidikan yang tinggi, dan berprestasi. Supaya mampu bersaing dengan negara ain dalam segala hal. Tentunya mampu mengolah sumber daya alam yang kita miliki agar tidak dalam gangguan orang asing.

Kemudian selain faktor generasi muda, masyarakat dan pemerintahannya, karena Indonesia memiliki ragam budaya yang unik, juga terdapat beribu-ribu suku yang tersebar di Indonesia, kebudayaan Indonesia merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan negara lain. Kebudayaan inilah yang harus kita lestarikan sebagai wujud cinta tanah air dan menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Seiring dengan perkembangan jaman, budaya asing masuk ke indonesia dan mulai melunturkan budaya lokal Indonesia. Di era globalisasi ini, budaya asing berkembang sangat pesat di Indonesia. Tentu kita geram akan negara tetangga yang seenaknya mengklaim budaya-budaya kita, seperti reog ponorogo, tari pendet, batik, lagu sayange dan masih banyak lagi. Ini merupakan tamparan keras bagi kita semua sebagai rakyat Indonesia. Kita tidak bisa menyalahkan negara asing yang telah mengklaim kita, ttapi kita sebagai rakyat Indonesia juga harus sadar akan kesalahan kita, kita harus intropeksi diri kita.

Sebagai penerus bangsa harus melestarikan budaya. Karena dengan mempertahankan kebudayaan, maka bangsa ini dapat mewujudkan cita-cita bangsa yang luhur. Kebudayaan bangsa Indonesia terkenal dengan keanekaragamannya. Dengan melestarikan kebudayan lokal berarti berperan sebagai generasi bangsa yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa yang luhur dan tetap menjaga keutuhan warisan nenek moyang, dengan cara terjun langsung (culture experience). Contohnya, masyarakat dianjurkan mempelajari tarian daerah dengan baik agar dalam setiap tahunnya atau waktu-waktu tertentu dapat ditampilkan dan diperkenalkan pada banyak orang. Contoh lain, dengan membuat pusat informasi kebudayan sehingga mempermudah seseorang untuk mencari tahu tentang kebudayaan juga sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan dapat pula menjadi sarana wisata bagi para wisatawan yang ingin mencari tahu serta ingin berkunjung ke Indonesia dengan mendapatkan informasi dari pusat informasi kebudayaan tersebut.

Dapat disimpulkan, faktor yang menjadikan Indonesia lebih baik adalah faktor generasi muda, masyarakat, pemerintah, dan kewajiban warga Indonesia melestarikan budaya bangsa Indonesia. Bida diartikan juga jika sumber daya manusianya maju ataupun lebih baik dari sebelumnya, maka cita-cita bangsa dan negara Indonesia pun akan terwujud. Karena baik buruknya atau maju tidaknya suatu negara tergantung kualitas sumber daya manusianya.

Siska Amalia, kelas X, TP 2019/2020

Scroll to Top