Peran pelajar adalah suatu cara para generasi muda dapat mengembangkan bakat yang dimiliki. Peran tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh, giat, rajin belajar, dan yang paling penting adalah tanggung jawabnya. Seorang pelajar mampu menempatkan segala hal pada tempatnya.
Kuatnya arus globalisasi yang sekarang semakin canggih memberikan dampak sehingga jati diri seorang pelajar akan terganggu. Tidak hanya itu, sekarang bahkan marak model kehidupan kebarat-baratan yang tak sepantasnya ditiru. Dengan kata lain, peran pelajar jaman sekarang lebih rumit dibandingkan jaman dahulu karena dilihat dari segala sisi terhadap pengaruhnya, baik sisi positif maupun negatif.
Untuk mengetahui peran utama seorang pelajar dalam kontribusi positif yaitu mencintai Indonesia, menjungjung tinggi kedaulatan NKRI, memahami makna peran pelajar baik dalam hal sisi positif maupun hal negatif. Dalam hal ini, sudah seharusnya baik kalangan anak-anak maupun remaja untuk mencintai tanah kelahiran yaitu Indonesia sebagai generasi penerus bangsa yang mampu membawa ke dalam hal-hal positif serta dapat membanggakan tanah air Indonesia.
Membangun tanah air bisa dilakukan dengan melestarikan budaya. Budaya secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu colere artinya mengerjakan tanah, mengolah. Sedangkan kebudayaan adalah sistem pengetahuan yang meliputi ide atau gagasan yang terdapat dalam pokok pikiran manusia. Budaya Indonesia adalah suatu adat maupun kebiasaan yang timbul di suatu daerah tertentu.
Orang Indonesia sangatlah ramah, murah senyum, saling bertegur sapa, gaya hidup yang sederhana dan juga berpakaian yang selayaknya, itu merupakan suatu ciri kebudayaan Indonesia.Tetapi di era modern ini kebudayaan tersebut sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Dikhawatirkan bagi anak-anak maupun remaja sekarang yang tak pandai memilih teman bergaul serta tak mampu memilih hal yang tidak baik maka akan terjerumus ke dalam hal yang negatif.
Dalam perkembangan globalisasi yang sangat canggih ini, tentunya telah membawa pengaruh bersar bagi kehidupan generasi muda. Bahkan kini semakin marak hal-hal negatif yang tak selayaknya diperankan dalam tayangan televisi. Selain itu juga, pengaruh lainnya berawal dari gadget. Mengapa demikian? Negara lain sengaja menciptakan barang-barang elektronik tersebut seperti HP dan TV untuk kepentingan pasar. Tidak semua dari alat elektronik mempunyai dampak negatif, ada juga dampak positif yang ditimbulkannya. Diantanya adalah membantu kegiatan pembelajaran.
Sebagai contoh, mungkin di jaman sekarang ini siaran-siaran di televisi banyak madaratnya, mengapa begitu? Alasannya karena dilihat dari sisi filmnya yang dalam sebuah penayangan peranannya yang negatif tak selayaknya untuk ditayangkan dan juga dalam gaya berpakaian yang kurang sopan. Misalnya mengenakan pakaian yang seksi itu akan menarik syahwat laki-laki serta tidak patut untuk dicontoh apalagi bagi generasi muda.
Meskipun menurut mereka memang menarik, pantas untuknya tetapi kenyataannya tidak sesuai seperti itu. Sekarang gadget merupakan kebutuhan paling penting bahkan kemana-mana tidak lepas selalu dibawa.
Lunturnya nilai-nilai kemanusiaan itu akibat dari kurangnya pemahaman pendidikan serta tidak bijak dalam menggunakan gadget baik itu hal yang positif maupun negatif. Cara untuk mengatasi kecanggihan globalisasi ini dengan cara mengembangkan diri, misalnya belajar baha internasional, mengasah skil yang dikuasai, membuat rencana hidup yang baik, sadar akan dampak teknologi dan yang paling utama adalah tingkatkan kemampuan dalam berpikir.
Dengan adanya globalisasi dalam bidang pendidikan memberikan dampak positif diantaranya, 1) semakin banyak situs online yang memberikan informasi untuk menambah wawasan dan ilmu, 2) membuat siswa aktif dengan mencari informasi di internet, dan 3) semakin mudah untuk mengakses informasi yang diperlukan.
Namun di balik itu juga globalisasi memberikan dampak negatif diantaranya, 1) kualitas moral siswa yang semakin menurun, 2) munculnya tardisi serba praktis dimana pendidikan bergantung pada teknologi, dan 3) timbulnya kesenjangan sosial. Dari beberapa dampak negatif dari munculnya globalisasi, masyarakat mencari upaya untuk mengurangi adanya dampak negatif. Diantaranya dilakukan kearifan lokal dengan bergotong royong.
Peran pelajar yang senantiasa melakukan kegiatan dalam proses pembelajaran dapat mengembangkan potensi dirinya baik dalam pembelajaran formal maupun non formal. Dari sanalah sudah semestinya seorang pelajar harus belajar dengan sungguh-sungguh. Belajar juga merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Tanpa melaksanakan kewajiban hak pun tidak akan didapat.
Dalam pengembangan skil seorang pelajar mampu bertekad kuat dalam hal apapun termasuk ego yang sering menghancurkan kesuksesan di masa yang akan datang. Dalam hal ini pertukaran pelajar juga sangat berperan penting. Pertukaran pelajar merupakan salah satu kegiatan bertukar pikiran, menambah wawasan baik di suatu negara maupun di negara lain. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk bersaing dalam hal memajukan bangsa Indonesia.
Sebuah saran untuk mengatasi hal-hal diatas, yaitu masyarakat harus menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya kebudayaan bagi suatu negara, menanamkan sikap mencintai seni dan budaya bangsa ini, dan masyarakat khususnys kaum muda harus tetap menjaga kebudayaan di tengah arus globalisasi.
Iis Saida Napisa Nur Hanipah, kelas XI MIA 2, TP 2019/2020